Beton dipesan berdasarkan volume, sehingga hampir setiap perhitungan volume pekerjaan tanah bermuara pada satu pertanyaan: berapa meter kubik atau yard kubik yang dibutuhkan pengecoran ini? Salah menghitung volume, maka Anda entah membayar truk yang terpakai sebagian atau menghentikan pengecoran untuk menunggu tambahan.
Perhitungannya sekadar geometri sederhana. Kesalahan muncul dari satuan yang tercampur, cadangan yang diabaikan, bentuk tak beraturan, dan lupa bahwa kondisi tanah jarang sesuai gambar. Panduan ini membahas elemen pekerjaan tanah yang umum dan cara menghitung masing-masing dengan rapi.
Rumus dasar
Setiap volume beton berawal dari panjang × lebar × kedalaman. Jaga ketiga dimensi dalam satuan yang sama sebelum mengalikan.
volume = panjang x lebar x kedalaman
Bekerjalah dalam meter untuk meter kubik, atau dalam kaki untuk kaki kubik. Kesalahan paling umum adalah mencampur luas pelat dalam meter dengan tebal dalam milimeter atau inci. Konversikan dulu, baru kalikan.
Konversi yang berguna:
1 m = 1000 mm
1 m3 = 1000 liter
1 m3 = 1,308 yard kubik
1 yard kubik = 27 kaki kubik
1 kaki = 12 inci
Untuk pelat dengan tebal yang dinyatakan dalam milimeter, bagi tebal tersebut dengan 1000 sebelum mengalikan:
tebal pelat = 150 mm = 0,15 m
Pelat dan lantai di atas tanah
Pelat persegi panjang adalah kasus paling sederhana. Kalikan luas denah dengan tebal.
volume = luas x tebal
Contoh, pelat 6 m kali 4 m setebal 150 mm:
volume = 6 x 4 x 0,15
volume = 3,6 m3
Untuk pelat tak persegi panjang, bagi denah menjadi persegi panjang dan segitiga, hitung tiap bagian, lalu jumlahkan. Jangan mencoba merata-ratakan bentuk L menjadi satu persegi panjang, hasilnya akan melenceng.
persegi panjang = panjang x lebar
segitiga = 0,5 x alas x tinggi
Perhatikan penebalan. Banyak pelat lantai dasar memiliki tepi yang ditebalkan atau penebalan internal di bawah dinding pemikul beban. Penebalan ini menambah volume dan mudah terlewat. Hitung pelat datarnya dahulu, lalu tambahkan tiap penebalan sebagai jalur tersendiri.
Pondasi menerus
Pondasi menerus adalah isian parit memanjang atau jalur bertulang di bawah dinding. Perlakukan sebagai panjang × lebar × kedalaman, memakai lebar parit dan kedalaman cor, bukan kedalaman galian parit.
volume = total panjang dinding x lebar pondasi x kedalaman pondasi
Contoh, 30 m dinding di atas pondasi selebar 600 mm dan sedalam 250 mm:
volume = 30 x 0,6 x 0,25
volume = 4,5 m3
Untuk denah bangunan, gunakan panjang garis as jalur pondasi alih-alih menjumlahkan panjang tiap dinding luar secara terpisah. Menjumlahkan panjang sisi luar menghitung sudut dua kali.
panjang garis as = keliling - (4 x lebar pondasi) // denah persegi panjang
Untuk pondasi isian parit dalam, suku kedalaman adalah kedalaman isian penuh, yang bisa satu meter atau lebih. Kesalahan lebar yang kecil lalu menjadi kesalahan volume yang besar, jadi pastikan lebar parit hasil galian, bukan sekadar lebar rencana.
Pondasi telapak dan alas kolom
Pondasi telapak adalah alas persegi panjang terisolasi di bawah kolom. Tiap telapak adalah panjang × lebar × kedalaman.
volume per telapak = panjang x lebar x kedalaman
total = volume per telapak x jumlah telapak
Contoh, 8 telapak berukuran 1,2 m kali 1,2 m kali 0,45 m:
volume per telapak = 1,2 x 1,2 x 0,45 = 0,648 m3
total = 0,648 x 8 = 5,18 m3
Jika telapak berbeda ukuran, susun dalam tabel agar tiap tipe dihitung dengan dimensi dan jumlahnya sendiri:
| Tipe | Ukuran (m) | Kedalaman (m) | Jml | Volume satuan | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| P1 | 1,2 x 1,2 | 0,45 | 8 | 0,648 m3 | 5,18 m3 |
| P2 | 1,5 x 1,5 | 0,50 | 4 | 1,125 m3 | 4,50 m3 |
| P3 | 0,9 x 0,9 | 0,40 | 6 | 0,324 m3 | 1,94 m3 |
Dinding pondasi dan dinding badan
Dinding pondasi yang dicor di atas telapak adalah panjang × tinggi × tebal.
volume = panjang dinding x tinggi dinding x tebal dinding
Contoh, 30 m dinding setebal 200 mm dengan tinggi 1,0 m:
volume = 30 x 1,0 x 0,2
volume = 6,0 m3
Kurangi bukaan besar hanya jika menembus pengecoran sepenuhnya, seperti kusen pintu atau kotak sisipan untuk lubang utilitas. Kantong kecil dan takik biasanya tak sepadan untuk dikurangi dan berfungsi sebagai cadangan bawaan kecil.
Kolom dan tiang
Kolom persegi atau persegi panjang adalah lebar × kedalaman × tinggi. Kolom bulat atau tiang memakai luas lingkaran.
kolom persegi = lebar x kedalaman x tinggi
kolom bulat = 3,1416 x jari-jari^2 x tinggi
Contoh, tiang berdiameter 300 mm dengan tinggi 1,2 m:
jari-jari = 0,15 m
volume = 3,1416 x 0,15^2 x 1,2
volume = 0,085 m3
Tambahkan cadangan material
Volume terhitung adalah isian teoretis. Volume cor selalu lebih besar karena tumpahan, kelebihan galian, tanah dasar tak rata, lendutan bekisting, dan material yang tersisa di truk atau selang pompa.
Cadangan umum adalah 5 sampai 10 persen. Gunakan angka yang lebih tinggi untuk isian parit di tanah kasar, pondasi terhadap galian tak rata, atau pengecoran kecil di mana sebagian sak atau sebagian muatan berpengaruh.
volume pesanan = volume terhitung x (1 + fraksi cadangan)
Contoh, 4,5 m3 pondasi dengan cadangan 10 persen:
volume pesanan = 4,5 x 1,10 = 4,95 m3
Untuk beton readymix, bulatkan juga ke atas ke jumlah pengiriman yang masuk akal. Pemasok memproduksi dalam kelipatan tetap, sering 0,25 m3, dan muatan yang kurang bisa menghentikan pengecoran.
Mengubah volume menjadi sak atau beton readymix
Untuk pengecoran kecil yang diaduk di lokasi, ubah volume menjadi sak. Hasil per sak berbeda menurut produk, jadi periksa labelnya, tetapi angka yang umum adalah:
| Ukuran sak | Perkiraan hasil |
|---|---|
| 25 kg | 0,011 m3 |
| 40 lb | 0,30 kaki kubik |
| 60 lb | 0,45 kaki kubik |
| 80 lb | 0,60 kaki kubik |
sak = volume / hasil per sak
Contoh, 0,3 m3 dari sak 25 kg dengan masing-masing 0,011 m3:
sak = 0,3 / 0,011 = 28 sak (bulatkan ke atas)
Selalu bulatkan jumlah sak ke atas, jangan ke bawah. Untuk apa pun di atas kira-kira 1,5 sampai 2 m3, beton readymix biasanya lebih murah dan lebih konsisten daripada beton sak.
Contoh perhitungan: perluasan kecil
Perluasan kecil memerlukan pelat plus pondasi menerus.
pelat = 5 x 3 x 0,15 = 2,25 m3
pondasi = 16 m x 0,6 x 0,25 = 2,40 m3
subtotal = 4,65 m3
cadangan 10% = 0,47 m3
dipesan = 5,12 m3, bulatkan ke 5,25 m3
Panjang pondasi di sini adalah jalur garis as untuk denah, bukan jumlah panjang dinding luar.
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Mencampur satuan, seperti luas dalam meter dengan tebal dalam milimeter
- Memakai kedalaman galian parit alih-alih kedalaman cor beton
- Menjumlahkan panjang dinding luar alih-alih garis as pondasi, yang menghitung sudut dua kali
- Melupakan penebalan tepi pelat dan penebalan di bawah dinding internal
- Mengabaikan cadangan, lalu kekurangan pada harinya
- Membulatkan jumlah sak ke bawah
- Memperlakukan denah tak beraturan sebagai satu persegi panjang rata-rata
Daftar periksa perhitungan cepat
- Daftar tiap elemen beton secara terpisah: pelat, pondasi, telapak, dinding, kolom.
- Konversikan semua dimensi ke satu satuan sebelum mengalikan.
- Gunakan kedalaman cor, bukan kedalaman galian.
- Gunakan panjang garis as untuk jalur pondasi di sekeliling denah.
- Tambahkan penebalan dan alas terisolasi sebagai item tersendiri.
- Jumlahkan volume teoretis.
- Tambahkan cadangan 5 sampai 10 persen.
- Bulatkan ke atas ke kelipatan pengiriman pemasok, atau bulatkan jumlah sak ke atas.
Untuk perhitungan cepat di browser mencakup pelat, pondasi, kolom, dan estimasi sak, gunakan Kalkulator Beton Siteometry. Untuk pengecoran struktural, selalu pastikan dimensi dan kedalaman terhadap gambar proyek sebelum memesan.